Antara Gadget, Komponen Layar, dan Mata yang Mulai "Ngambek"
Sebagai orang yang terbiasa membongkar pasang perangkat, mengulas komponen gadget, dan mencoba berbagai teknologi baru, saya menghabiskan hampir separuh hari dengan menatap layar. Laptop, smartphone, tablet—semuanya jadi perangkat wajib yang saya gunakan setiap hari. Bahkan di sela-sela makan siang pun, saya masih menatap layar sambil memantau update firmware terbaru atau membandingkan performa chipset. Kalau sedang fokus mengedit foto hasil uji kamera ponsel atau merangkai tulisan teknis soal keunggulan panel OLED dibandingkan IPS, saya bisa lupa waktu. Saya kira itu hal biasa. Tapi belakangan, ada yang berubah. Mata saya mulai terasa ganjil. Kadang terasa perih saat baru bangun pagi, atau tiba-tiba sepet ketika menatap layar terlalu lama. Bahkan dalam beberapa kesempatan, mata terasa lelah meski saya merasa cukup tidur. Awalnya saya kira hanya karena faktor usia atau kurang istirahat. Tapi setelah membaca lebih banyak literatur medis, saya menyadari kalau itu adalah tanda-tanda m...